Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Saturday, 19 December 2015

Etika, Kesopanan, Tata Krama dan Kebiasaan yang Baik

(Sengaja kali ini saya menulis dengan Bahasa Indonesia karena tulisan ini saya buat untuk Mahasiswa saya. Alasannya adalah agar mahasiswa dan murid2 saya yang lain dapat memahaminya dengan baik. Saya terlalu mengasihi anda dan ingin agar life skill ini anda miliki. Saya dan tentu anda juga tidak ingin anda selalu dimarahi oleh saya dan oleh dosen lain)

Puji Tuhan! Saya sudah memasuki liburan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.5 hari lagi Hari Natal akan tiba dengan segala cerita dan maknanya. Tapi postingan hari ini bukan tentang Kelahiran Kristus ataupun tentang perayaannya. Postingan ini adalah sedikit cerita sedih. Cerita ini sedih karena berkaca dari apa yang terjadi beberapa hari ini di kampus antara saya dan teman dosen2 lain dengan mahasiswa kami. Postingan ini adalah cerita sedih karena berkaca padanya, kami menarik kesimpulan bahwa Etika, Kesopanan, Tata Krama dan Kebiasaan yang Baik sama sekali tidak dimiliki oleh mahasiswa kami. Saya adalah dosen baru yang mengajar pada semester ini. Jadi total saya telah mengajar selama sekitar 3 bulanan lebih. Umumnya saya cukup relax dan cukup berusaha membangun kedekatan dengan mahasiswa, namun saya punya batasan-batasan tertentu mengenai standar etika dan tata krama. Saya dibesarkan dengan pengajaran ketat mengenai Etika, Kesopanan, Tata Krama dan Kebiasaan yang Baik terutama dengan orang yang lebih tua serta dengan mereka yang adalah guru/pendidik dan terutama dalam lingkungan akademis.

Akhir minggu yang lalu, mahasiswa kelas saya diharuskan untuk memasukan Tugas Akhir mereka pada salah satu mata kuliah yang saya asuh, yaitu Portfolio Mata Kuliah yang adalah artefak belajar mereka selama semester ini. Saya masuk setengah hari pada hari pengumpulan tersebut dan mahasiswa saya saya minta untuk mengumpulkannya di Meja saya di ruang dosen. Betapa terkejutnya saya ketika datang setelah makan siang dan mendapatkan laporan dari teman-teman dosen yang lain tentang betapa tidak sopannya anak-anak saya. Teman-teman dosen lain juga mengajarkan anak-anak yang disebutkan disini sehingga kami selalu saling berkoordinasi.

Beberapa ketidaksopanan mereka antara lain:
  1. Masuk ke ruang dosen tanpa memberi salam dan permisi. Padahal ada 5 orang dosen lain yang sedang bekerja di meja mereka di dalam ruangan.
  2.  Tanpa Ba-bi-bu langsung grasak-grusuk di meja saya tanta 'kulonuwon' dengan dosen lain yang ada dalam ruangan (ruangan dosen kami adalah ruang komunal besar dengan meja-meja kerja kami masing-masing diatur di sepanjang dinding dan sehuah meja rapat panjang ditengah ruangan)
  3. Berbicara dengan tidak sopan kepada dosen lain untuk menanyakan keberadaan saya atau tempat meletakan tugas. Berbicara tidak sopan disini maksudnya adalah tanpa sapaan terlebih dahulu kepada ibu dosen. Langsung saja "Eh ibu Helena tidak ada ya". 
  4. Melonggokan kepala (saja) kedalam ruangan tanpa masuk dan tanpa salam untuk mengecek lalu keluar lagi. 
  5. Masuk secara bergerombol dan berisik.
Yang sangat disayangkan adalah bukan hanya satu atau dua orang yang melakukan hal ini tapi hampir semua mahasiswa baik semester baru ini ataupun kakak tingkatnya. Hal ini bukan baru terjadi hari ini, namun sudah kami lihat terjadi berulang-kali bahkan setelah ditegur dan diarahkan bagaimana cara baiknya. Nah, dimana letak masalahnya? Mahasiswa-mahasiswa ini adalah young adult dimana ketika mereka sampai ditahapan belajar ini mereka telah melewati beberapa fase dan lingkup pembelajaran karakter dulu. Sebelum saya lanjutkan, saya tidak bermaksud menuduh atau menjatuhkan vonis kesalahan pada siapapun ya... namun perlu kita sadari bahwa ini adalah masalah kruisial untuk character building bangsa kita (ehem... Nasionalis sekali ya).


Apakah pendidikan karakter di keluarga sangat terbatas atau sama sekali tidak ada? Mungkin karena orang tua sibuk bekerja dan pendidikan karakter anak ter'serah'kan kepada pihak lain (kakek,nenek, tante, om, saudara, pembantu, lingkungan). Apakah di jenjang-jenjang sekolah tidak ada penerapan dan pemberlakukan sangsi keras pada pelanggar Etika, Kesopanan, Tata Krama dan Kebiasaan yang Baik? Sehingga anak-anak menjadi permisif dan hilang arahan?


Quote picture diatas mungkin adalah jawabannya. Generasi saat ini tumbuh dalam budaya yang permisif yang kita kultifasi sendiri. Zaman saya bertumbuh rotan, kayu, ikat pinggang akan menjadi ganjaran saya jika tidak berlaku sopan dan tidak melakukan hal dengan mempertimbangkan orang lain. Mungkinkah karena perkembangan teknology yang mulai menggantikan socaial etiquette?
Saya pikir mungkin anak-anak saya tidak tahu dan tidak diberitahu bagaimana caranya berperilaku antara Mahasiswa dan Dosen dan bagaimana bersikap dalam lingkungan akademis seperti kampus.


Take it from me kids.... seperti yang dikatakan pada gambar diatas, perilaku dan tingkah laku yang baik akan membukakan pintu yang bahkan pendidikan (pada institusi) terbaik pun tak mampu. Maka tadi pagi saya iseng-iseng menggoogle mengenai Etika, Kesopanan, Tata Krama dan Kebiasaan yang Baik terutama dalam lingkup akademis kampus. Berikut ini saya kompilasikan bagi kalian ya...

Berikut ini adalah hasil Screen capture dari blog Ilmu Biologi dan Kesehatan


Kemudian ada tambahan dari Blog SMK Kesehatan Widyausaha Mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pergaulan dengan dosen:
  1. Tunjukkanlah sikap hormat dan gunakanlah bahasa yang halus dan sopan, jika sedang berhadapan / berbicara dengan dosen. 
  2. Jika perkuliahan sedang berlangsung, curahkanlah seluruh perhatian kepada dosen, janganlah berbuat gaduh atau bercakap-cakap karena hal itu di samping mengganggu ketenangan, juga sangat tidak menghormati dosen dan ilmu yang sedang disampaikan. 
  3. Pertanyaan atau tanggapan mengenai materi perkuliahan hendaknya dikemukakan secara sopan. 
  4. Usahakanlah untuk tidak keluar ruangan belajar (misalnya ke kamar kecil). Kalaupun sangat terpaksa, minta izin terlebih dahulu pada waktu dosen tidak berbicara.
  5. Hendaklah sudah berada di dalam ruangan sebelum dosen datang masuk. Jika terlambat, mintalah maaf sambil memberikan alasan yang tepat. 
  6. Kerjakanlah setiap tugas dari dosen dengan sebaik-baiknya.
Saya ingin menambahkan beberapa hal dengan berkaca pada 'insiden' yang saya sebutkan diatas dan yang sesuai dengan konteks kita di kampus.
  1. Ketuk pintu ruang dosen dengan normal lalu masuk. Anda tidak perlu dosen menunggu dosen mengatakan "silahkan masuk". 
  2. Setelah membuka pintu dan masuk, berikan salam dan permisi sesuai waktu dan lihat situasi dan kondisi dalam ruangan. Apakah dosen-dosen sedang berbicara atau tidak? Apakah ada dosen yang duduk paling dekat dengan pintu atau tidak. 
    • Jika dosen-dosen sedang berbicara, dan terutama jika dosen yang anda tuju sedang berbicara dengan dosen lainya. Sebaiknya anda duduk di kursi panjang yang tersedia di dekat pintu. Perhatikan ketika ada jeda dan anda dapat menghampiri dosen anda.  
    • Jika ada dosen yang duduk paling dekat dengan pintu. Sapalah beliau terlebih dahulu dan utarakan keinginan anda untuk bertemu dengan dosen yang mana. "Selamat siang ibu, Maaf saya mau permisi bertemu dengan ibu Helena"
    • Kata-kata seperti Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Sore, Permisi, Maaf mengganggu ibu/pak, Terima Kasih dll... adalah kata-kata ampuh yang jangan pernah anda lupakan baik dalam lingkup kampus atau dimana pun anda berada. 
    • Jika akan meletakan tugas/mengambil sesuatu di meja/ruang dosen. Sapalah juga dosen lain dan utarakan tujuan anda. "Selamat siang Ma'am/Sir. Permisi saya mau meletakan tugas di mejanya Ibu Helena./Permisi saya mau mengambil Lecturer's note saya/Permisi ibu Helena minta saya untuk mengambil Charger laptopnya diatas meja." Lalu diakhiri dengan "terima kasih ma'am/sir, permisi". 
    • Ketika menghampiri meja dosen, harap pikirkan mengenai jarak kesopanan. Ada kejadian pada bulan lalu, mahasiswa saya yang ketika masuk, tanpa permisi langsung masuk, berjalan lurus-lurus dan berdiri langsung disamping saya. Ada juga yang ketika datang langsung berdiri melekat pada depan meja saya dan mencondongkan diri sangat dekar dengan saya. Anda sudah menginvasi ruang pribadi dan ruang kerja saya. Dan itu sangat tidak sopan. Berdirilah 1 langkah dari meja dosen dan minta permisi apakah bisa dosen menerima anda saat itu.
  3. Jika anda melihat dosen anda sedang makan, tunggulah hingga ia selesai baru anda hampiri dan utarakan maksud anda. 
  4. Jika dosen baru tiba di ruangan dan anda sementara menunggu untuk bertemu, jangan langsung mengekor dan membombardir beliau. Berikan beliau beberapa menit untuk masuk ke ruangan, berdoa di mejanya dan untuk menarik napas sejenak baru anda masuk. 
 Berikut sebagai tambahan adalah mengenai etika ber-SMS dengan dosen. Dinus Student Blog menuliskan contoh-contoh sebagai berikut:
Pernahkah kalian mahasiswa SMS dosen, dan tidak dibalas?? Coba perhatikan beberapa petikan SMS ini :

Tipe tanpa identitas :
“Bu, ibu ada di mana sekarang? Hari ini ke kampus gak bu?”
“Ibu ada di mana???? Ditunggu di kelas xxx sekarang”

Apa dampaknya jika anda tidak memberitahu identitas anda? Tengoklah percakapan dibawah ini:
mhs :”ibu, saya mau ketemu”
dosen :”maaf, ini siapa ya?”
mhs :”saya budi”
dosen :”budi yang mana ya?”
mhs :”saya budi mahasiswa ibu”
dosen :”oooh…., budi winarno?”
mhs :”bukan…, budi setiawan, mahasiswa IF A”
dosen :”baik mas budi, kapan mau ketemu?”
mhs : “nanti siang bu”
dosen : “baik mas, silakan datang, nanti siang saya sedang kosong”

Bayangkan, berapa banyak waktu dan pulsa terbuang hanya untuk melayani sms seperti ini. Jika anda hanya menuliskan maksud anda “ibu, saya mau ketemu”, dosen anda tentu bingung ini sms dari siapa? tukang kredit? petugas asuransi? sales buku? kolega bisnis? atau mahasiswa?

Tipe memerintah :
“Bu saya … dari kelas … Boleh minta slide kuliah gak bu? Kirimin via gmail aja ya bu, kita butuh buat belajar, makasih…”
“Bu. Nilai mata kuliah XXX saya belum keluar di simak. Dosennya sudah di hubungi bu ten belum ? dihubungi saya tidak respon buu..”
“bu…., tolong dikoreksi ya bu, saya pengen cepat lulus”

Dosen pada umumnya orang yang usianya lebih tua dari anda, jadi, jangan memerintahkannya untuk melakukan sesuatu seperti anda ngobrol dengan teman anda. Anda bisa memintanya dengan gaya yang lebih sopan. Misalkan : saya membutuhkan slide kuliah ibu untuk bahan belajar, dimana saya bisa mendapatkannya bu?

Tipe alay :
“SoRe bu..ApA be5ok 4da kul!ah Ga’ ea?”
“Oowh gitchu ya buk…., mu u cih bingits ya buk….”

Bagi mahasiswa, tulisan 4L4y mungkin lucu dan menarik, tapi bagi dosen, tentu butuh waktu khusus untuk mencerna tulisan anda.

Tipe sok penting
“Bu, bimbingannya ndak jadi hari ini karena saya ada acara keluar. Besok saja jam 9. Trims”
“Wah pagi saya nggak bisa e bu, Sore aja ya bu?”

Bagi mahasiswa, jika waktu yang dijanjikan oleh dosen bertabrakan dengan acara lain, anda bisa membalasnya dengan pilihan bahasa lain, seperti : “maaf bu, untuk jam 2 saya masih ada di luar kota, apakah mungkin agar dire-schedulle ke jam 4 sore sekiranya ibu punya waktu”

Maka ada beberapa Poin penting yang harus anda perhatikan pada saat ber SMS.
  1. Perhatikan bahasa dan kata-kata yang anda gunakan
  2. Perhatikan waktu SMS anda. Jangan terlalu malam atau bahkan terlalu pagi. 
Contoh tata krama ber-SMS lain dapat anda lihat pada Blog Catatan Nuryanti.

Baiklah... Sepertinya sampai disini catatan panjang mengenai topik yang penting ini.
Semoga bermanfaat.



Tuesday, 16 June 2015

When Life is Short.... #NulisRandom2015 Day 4


Tania sudah naik ke tempat tidurnya. Saya juga sudah mengganti baju ke baju yang nyaman buat tidur.
Tapi beberapa hari ini Tania susah dan tidak bisa (atau tidak mau) tidur siang. Dia tahu konsekwensinya adalah harus langsung tidur setelah makan malam. Seperti biasa dan layaknya anak-anak seusia dia, pasti saja ada penolakan dan pembangkangan.

Malam ini, Tania kena marah. karena dia berlama-lama naik ke tempat tidur walaupun dia telah memberikan janji penuhnya tadi siang. Tapi dia sedang berbicara dengan Opa dan Omanya lewat HP saya. Opa dan Oma sedang ada di Jakarta untuk health check-up. Saya mensetting HP ke speaker mode agar Tania bisa leluasa bercerita. Lalu kemudian setelah menutup telpon, Tania masih saja jingkrak-jingkrakan di tempat tidur sedangkan saya harus memposting pemberitanian penundaan pengumpulan Tugas Akhir pada mahasiswa saya karena libur kepala puasa. Akhirnya, Saya menaikan nada saya dan 'memerintahkan' dia untuk menggosok gigi.

Lalu SMS itu masuk....

"Telah dipanggil pulang anak dari rekan kerja kita saudari  Xyz. Mohon doa untuk beliau dan keluarganya"

Badan saya ngilu dan lemas. Teman dosen saya ini sudah bertumbuh dalam hati saya. Kami sudah menjadi dekat dan dukanya adalah duka saya (kami) juga.

Baru minggu lalu ia bercerita tentang anaknya yang sudah mendingan dari sakit dan telah kembali ceria.
Baru minggu lalu ia bercerita tentang anaknya dalam English Club Session yang saya pandu.
Baru minggu lalu, Tuhan! ... Dia sungguh optimis anaknya sudah baik-baik saja.

Anaknya belum juga 1 tahun... Saya rasa sekarang dia pun sedang berteriak 'Mengapa?"

Life is short for the little angel... membuat saya teringat sebait lagu CCM, Held by Natalie Grant

"To think that providence
Would take a child from his mother
While she prays, is appalling"

Beberapa saat yang lalu Tania akhirnya tertidur... Tidur sambil saya dekap erat.
Hati saya remuk mengingat saudari saya akan menghadapi malam-malam berat untuk entah berapa lama. Cobaan ini berat ya Tuhan.... Cobaan dan Ujian ini sungguh berat.

Kata dan kalimat apa yang bisa kami bilang untuk membuatmu tersenyum
Kami cuma bisa topang dalam doa.... Kami cuma bisa bilang kami berdiri bersamamu
Kami... saudarimu.

------------------------
HELD
by Natalie Grant
(translated by me)

Two months is too little, they let him go     
          (Dua Bulan. Dia masih terlalu kecil. Mereka harus melepaskannya)
They had no sudden healing
          (mereka tidak punya kesembuhan / keajaiban)
To think that providence
          (untuk berpikir bahwa yang maha kuasa)
Would take a child from his mother
          (Akan mengambil seorang anak dari ibunya)
While she prays, is appalling
          (sementara ia berdoa, adalah hal yang mengerikan/menyedihkan)
Who told us we'd be rescued
          (siapa yang bilang kita akan diselamatkan)
What has changed and
          (apa yang sudah berubah)
Why should we be saved from nightmares
         (mengapa kita harus diselamatkan dari mimpi buruk ini)
We're asking why this happens to us
         (kami bertanya  mengapa hal ini terjadi pada kita)
Who have died to live, it's unfair
          (yang telah mati untuk kembali hidup, ini tidak adil)

This is what it means to be held
         (inilah yang rasanya ketika kita dipegang)
How it feels when the sacred is torn from your life
          (beginilah rasanya ketika yang tersuci dicabik keluar dari hidup kita)
And you survive
          (dan kita selamat - tetap hidup)
This is what it is to be loved and to know
          (inilah rasanya dicintai dan untuk tahu)
That the promise was that when everything fell
          (bahwa janjiNYA adalah ketika segala sesuatunya runtuh)
We'd be held
          (Kita akan selalu dipegangNYA)
 
This hand is bitterness
          (Tangan ini adalah kepahitan)
We want to taste it and
          (Kita ingin merasakannya dan)
Let the hatred numb our sorrows
          (membiarkan kebencian/kepedihan mematikan rasa dari kesedihan kita)
The wise hand opens slowly
          (Tangan yang Bijak itu terbuka dengan perlahan-lahan)
To lilies of the valley and tomorrow
           (bagi bunga Lily di padang dan untuk hari esok)

This is what it means to be held
         (inilah yang rasanya ketika kita dipegang)
How it feels when the sacred is torn from your life
          (beginilah rasanya ketika yang tersuci dicabik keluar dari hidup kita)
And you survive
          (dan kita selamat - tetap hidup)
This is what it is to be loved and to know
          (inilah rasanya dicintai dan untuk tahu)
That the promise was that when everything fell
          (bahwa janjiNYA adalah ketika segala sesuatunya runtuh)
We'd be held
          (Kita akan selalu dipegangNYA)
 
If hope if born of suffering
            (jika Pengharapan itu lahir dari Kesengsaraan)
If this is only the beginning
          (Jika ini hanyalah permulaannya)
Can we not wait for one hour
          (Tidakkah kita dapat menunggu satu jam lagi)
Watching for our Savior
         (menantikan Penyelamat kita)

This is what it means to be held
         (inilah yang rasanya ketika kita dipegang)
How it feels when the sacred is torn from your life
          (beginilah rasanya ketika yang tersuci dicabik keluar dari hidup kita)
And you survive
          (dan kita selamat - tetap hidup)
This is what it is to be loved and to know
          (inilah rasanya dicintai dan untuk tahu)
That the promise was that when everything fell
          (bahwa janjiNYA adalah ketika segala sesuatunya runtuh)
We'd be held
          (Kita akan selalu dipegangNYA)



Monday, 15 June 2015

Which one? Memasak atau Mencuci... #NulisRandom2015 Day 3

(Tulisan ini terinspirasi tulisan teman saya Ni Nyoman Anna dalam Nyomnyomblog.)


Definitelly memasak lah... Saya mau saja masak dari pagi sampe malam selama tidak disuruh mencuci.
Saya paling benci disuruh mencuci. Baik pakaian, piring, rumah dll. Tapi saya paling suka memasak.
Belum bisa disebut Ahli masak... karena saya masih belajar. Tapi sedikit demi sedikit ketrampilan memasak saya lebih terasah baik dari skill, pengetahuan, balancing rasa dll.

Saya suka masak karena saya suka makan... dan ini tentu tidak membuat badan saya berterima kasih. intinya, badan saya subur sekali hehehehe... sudah dua minggu ini saya perhatikan timbangan ini kok tidak turun dari 60 ya... bahkan naik 4 kilo... mwahahahahaha.... AIB!
Anyway.... bagi yang baca ini semoga anda satu golongan timbangan dengan saya sehingga anda merasa tidak sendirian. Saya sekarang (sudah) tidak malu (lagi) dengan berat badan. Sekali-kali masih di'ejek' suami... hehehehe... Tapi saya sangat happy dengan hidup saya. Timbangan has nothing to do with it.

OK balik ke memasak. Mahasiswa dan murid-murid saya yang lain tahu benar kalau saya addicted to Masterchef... hihihiihii... bahakan adik saya akan bilang "Katong bisa nonton lain selain masak-masak dan CSI-CSIan, ka seng?"... Oh ya, That's my other addiction ALL CSI. my favourite is still undoubtedly NCSI with Leroy Jethro Gibbs (Don't laugh SIMON!) and Ziva David.

As for mencuci dan membersihkan... Itu tunggu ada moodnya dulu. Kalo urusan mencuci piring, My mom selalu komplain kalau saya memasak dengan seluruh panci, baskom dll yang ada di lemari. Well, she does have a point. Tapi mau gimana lagi... saya masak 2 atau 3 masakan sekaligus jadi memang harus begitu dong... As for mencuci pakaian, thank GOD sudah ada Mesin cuci dan Laundry hehehe...

Membersihkan rumah dan kamar? Puji Tuhan, saya diberkati dengan Suami yang rapih... kadang dia suka jengkel juga saya sukanya naroh barang sembarangan. Tapi sejak menikah, kamar saya (kami) selalu rapi, bersih dan bebas debu... ehem... What???!... I am NOT perfect, people!
I love you Honey!

Tuesday, 9 June 2015

What Susie says.... #NulisRandom2015 Day 1

Kemarin saya dilantik menjadi pengurus sebuah organisasi baru. Setelah foto2nya beredar di dunia maya, saya mendapatkan beberapa tanggapan dan komentar. Banyak yang memberikan komentar positif tapi ada beberapa komentar yang membuat saya berpikir.

Seupil komentar ini adalah mengenai keraguan akan kredibilitas dan kemampuan orang-orang yang ada dalam kepengurusan tersebut. Ya, ini adalah organisasi baru dan Ya, mereka (dan saya) yang ada didalamnya adalah orang-orang muda. Ya, Kami belum cukup banyak makan asam garam. Ya, beberapa (dan bahkan semua kami) telah mencetak beberapa imej baik dan buruk.

Tapi bukankah semua manusia juga demikian?

Sekuat apapun manusia berusaha berbuat yang terbaik. Manusia mungkin melakukan kesalahan.
Sebaik apapun tindakan kita pasti ada orang yang melihat dari sisi yang terburuk.

Dalam hidup saya, selama bertumbuh dan berkembang, saya banyak mendapat dorongan positif baik dari orang tua, handai tolan, guru dan teman. Mereka semua percaya pada saya, pada kemampuan saya dan pada kerja keras saya. Pada suatu saat, saya sungguh percaya semua itu dan menjadi sombong.

Pepatah berbahasa Inggris mengatakan, "Pride goes before a fall" (Kesombongan adalah awal dari kejatuhan), dan hal ini terjadi pada saya. Dalam hidup saya yang sudah 30 tahun lebih ini, saya banyak mengalami kekecewaan dan kekalahan bahkan kejatuhan dan kesalahan. Namun semua itu membuat saya semakin bijak. Bukan untuk dilihat orang tapi bijak bagi diri sendiri agar saya dapat hidup damai.

Saya belajar bahwa saya tidak lebih baik dari orang lain. Puji Tuhan, saya punya beberapa pengalaman yang dianggap banyak orang lebih dari dari orang lain, namun itu tidak menjadikan saya yang paling baik.

Ketika tadi malam dan pagi ini saya mencermati setiap wajah dalam foto-foto hasil pelantikan kemarin. Saya melihat begitu banyak potensi dan pengalaman yang dapat mereka (dan saya) bawa dalam proses tugas mulia kami. Ya, saya tahu beberapa hal, tapi kawan-kawan saya tahu banyak hal yang saya tidak tahu dengan berkaca pada pengalaman mereka sendiri.

Kami punya awal yang sedikit gamang memang, namun pada hari gladi resik, ketika kami duduk melingkar bersama, ada satu pemikiran yang terus terngiang di kepala saya,

"We all have potentials. Everyone does. All it takes is for each and everyone of this individuals to be given a chance to shine. All it matters is if we work together to use our individuals and common strength to overcome our weakness."

Kemudian setelah membaca dan mendengar komentar-komentar ini ada teman yang suka sharing kutipan inspiratif dan dia mengirimkan foto diatas. "What Susie says of Sally, says more about Susie than of Sally".. bahwa apa yang dikatakan (baca: digosipkan, dibicarakan, dibisik-bisikan) oleh Susie tentang (keburukan) Sally sebenarnya lebih mencerminkan siapa Susie sebenarnya dibandingkan tentang Sally.

Sehingga kalau ada orang yang mempertanyakan kredibilitas dan kemampuan kelompok kecil ini, maka kita sudah dapat menebak mentalitas dan kemampuan orang(orang) tersebut. Mereka mungkin berpikir mereka lebih baik dari orang lain.... dan lebih baik dari kami yang ada dalam tim yang baru dilantik ini.

Tak masalah! Tak perlu mempermasalahkan hal ini.

Bagi saya pribadi ini semakin meneguhkan pembelajaran pribadi dan prinsip saya yang telah saya bangun dan percayai selama ini bahwa saya tidak dan tidak perlu merasa dan membuktikan bahwa saya lebih baik dari orang lain. Kalau saya berpikir begini terus saya akan selalu membandingkan diri saya dengan orang lain. dan jika ini terjadi saya tidak akan pernah merasa puas.

Saya sangat puas dengan diri saya, kegagalan saya dan pencapaian-pencapaian saya selama ini. Saya bangga bisa bertemu dengan banyak orang-orang hebat. The only person I need to be better is my yesterday self. For everyday, I want to be a better person. For me and an example for my daughter.

So yes, kami muda dan masih harus banyak belajar. Tapi belajar harus dimulai pada suatu titik kan? dan ini adalah titik awal kami. Kami mungkin harus jatuh bangun namun ini proses belajar kami.

This is the beginning friends! The road is long... but victory awaits!




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...